- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Jemaah An-Nadzir Lebaran Hari ini, Berikut Penjalasan Pimpinannya

Keterangan Gambar : Jemaah An Nadzir Gowa melaksanakan Salat Idul Fitri
ANALOGNEWS.id - Jemaah An-Nadzir melaksanakan salat Idul Fitri lebih dulu dari tanggal yang ditetapkan pemerintah.
Pada Minggu (1/52022) pagi, ratusan Jemaah An-Nadzir di Kelurahan Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi-Selatan melaksanakan salat Idul Fitri 1443 Hijriah.
Pimpinan jemah, Ustaz Samiruddin Pademmui memimpin salat berjamaah. Ia menjelaskan, An-Nadzir memutuskan merayakan Idul Fitri 1 hari lebih dulu dari pemerintah karena sesuai pantauan hilal yang telah mereka lakukan.
Baca Lainnya :
- Waspada Hipertensi, Hidangan Lebaran Tinggi Kalori, Garam, Gula, dan Lemak, 0
- Real Madrid Juara La Liga Spanyol, Benzema : Kami Masih Ada Tujuan Gelar Lain0
- Pemuda BK Bagikan Sembako ke Lansia dan Janda Tua0
- Peduli Literasi, Bhabinkamtibmas di Bone Gelar Kelas Edukasi Bagi Anak Usia Dini 0
- Twitter Buka Kerja Sama Pembayaran Via Aset Kripto0
"Hari in An-Nadsir memutuskan untuk melaksanan Idul Fitri 1443 hijriah dengan dasar bahwa kami memantau hilal berdasarkan Allah dan Rasullnya, kata Allah berpuasalah kamu dengan melihat bulan," jelas Samiruddin Pademmui kepada awak media.
Dia mengatakan, untuk mengetahui pergantian bulan, pemantauan dilakukan pada bulan sebelumnya. "Untuk mengetahui bulan Syahban pantaulah dari bulan Rajab, untuk mengetahui bulan Ramadan pantaulah dari bulan Syahban dan untuk mengetahu Syawal pantaulah dari bulan Ramadan," ungkapnya.
Samiruddin juga menuturkan, dalam proses pemantauan yang mereka lakukan, dimulai dalam memantau untuk menetukan titik purnama 14,15 dan 16. Jika dalam pantauan itu ditemukan tanda-tanda kriteria pada purnama barulah mereka mengitung 27, 28 dan 29. Dia juga mengatakan, mereka kembali melakukan pengamatan mejelannya terbitnya bulan pada subuh hari.
Hasil pengamatan itu kemudian dikonversi dengan fenomena alam. Selain itu, Ia juga mengaku dibantu dengan informasi yang didapatkan terkait terjadinya gerhana matahari di benua Amerika bagian selatan. "Dan untuk tahun ini Alhamdulillah kita dibantu oleh salah satu informasi bahwasanya tadi ini terjadi gerhana matahari meskipun tidak di indonesia, yaitu di benua Amerika bagian selatan. itu suatu petunjuk bahwasanya saat terjadi gerhana matahari maka itu menandakan pergantian bulan artinya hari ini sudah masuk bulan syahwal," tuturnya.
"Karena pergantian bulannya itu terjadi sekitar fajar tadi, maka masih memungkinkan kami melaksanakan lebaran. Seandainya pergantiannya itu sekira jam 9 keatas, maka kami mundur lebarannya besok," tambah Samiruddin. (*/An)










.jpg)
