- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Gaya Hidup Hedon di Kalangan Pemuda Samarinda, Catatan Kritis Afif Rayhan Harun

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Gaya hidup hedonis yang semakin marak di kalangan generasi milenial dan Gen Z di Samarinda memantik perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Muhammad Afif Rayhan Harun.
Ia menyoroti kecenderungan para pemuda yang lebih fokus pada kesenangan dan kemewahan, tanpa memikirkan pentingnya tabungan masa depan atau investasi.
"Pemuda di Samarinda itu, hampir semua hedon. Karena standar hidup mereka itu kebanyakan standar hidup TikTok dan Instagram," ungkap Afif dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.
Afif menilai, pola hidup ini didorong oleh tren media sosial yang mendorong standar kehidupan serba glamor. Akibatnya, banyak pemuda yang lebih mengutamakan penampilan atau gaya hidup konsumtif dibandingkan mempersiapkan masa depan.
Melihat fenomena tersebut, Afif mengajak para pemuda di Samarinda untuk mengurangi gaya hidup hedonis dan lebih bijak dalam mengelola penghasilan. Ia menekankan pentingnya menggunakan pendapatan, termasuk uang dari orang tua, dengan cara yang lebih produktif.
"Jangan sampai rebahan, bangun-bangun hedon. Kalau nongkrong, jangan sampai yang ditanya itu mobilnya apa? Ceweknya siapa? Sepatunya apa?" tegas Afif.
Ia juga mengingatkan bahwa selama para pemuda belum mandiri secara finansial, fokus utama seharusnya adalah belajar dan mempersiapkan diri untuk masa depan.
"Selama kalian belum bisa berpenghasilan sendiri, masih uang orang tua, nggak usah banyak ngomong. Belajar yang banyak," tambahnya.
Lebih jauh, Afif mengajak generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam membangun daerah. Ia menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana pemuda berperan sebagai motor penggerak perubahan.
"Jangan sampai Indonesia Emas malah menjadi Indonesia Lemas," tandas Afif.
Sebagai wakil rakyat, Afif berharap pemuda tidak hanya terjebak dalam gaya hidup konsumtif, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Dengan mengelola keuangan dengan bijak serta berkontribusi aktif, generasi milenial dan Gen Z di Samarinda diharapkan dapat mendukung terwujudnya masa depan yang cerah bagi Indonesia. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
