- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Ingatkan Pemprov Jangan Abaikan Rumah Sakit Islam Samarinda

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi, menegaskan bahwa keberadaan Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda tidak boleh diabaikan. Ia menyebut, rumah sakit yang berdiri sejak 1986 itu memiliki peran penting dalam sejarah pelayanan kesehatan di Benua Etam.
“Sejarah RSI dalam melayani masyarakat adalah bagian dari perjalanan kesehatan di Kaltim. Pemprov harus mendukung inisiatif ini,” kata Darlis saat rapat resmi bersama pihak terkait di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, RSI telah menjadi bagian dari denyut nadi layanan kesehatan Samarinda selama puluhan tahun. Keberadaannya dinilai memberi kontribusi besar, terlebih di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan di ibu kota provinsi.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Desak Pemprov Ambil Sikap Soal Kelanjutan RSI Samarinda0
- DPRD Kaltim Tekankan Pentingnya Pendidikan Seiring Pembangunan Infrastruktur0
- DPRD Kaltim Tegaskan Peran Pers Vital Bagi Demokrasi dan Pembangunan0
- DPRD Kaltim Dukung Rencana Lapangan Golf Internasional di Pulau Kumala0
- Yonavia Desak Pemprov Bentuk Tim Pemantau Harga Sembako di Mahulu0
Darlis menekankan, jika Pemprov mengabaikan RSI, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat. Apalagi jumlah tempat tidur rumah sakit di Samarinda masih jauh dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengesampingkan ego sektoral dan fokus mencari solusi bersama. Baginya, mempertahankan RSI bukan hanya soal menjaga aset, tetapi juga menyangkut hajat hidup orang banyak.
Lebih lanjut, Darlis menilai transparansi pengelolaan aset dan kajian matang menjadi kunci agar RSI bisa kembali beroperasi optimal. “Jangan sampai sejarah panjang RSI berakhir hanya karena persoalan administrasi atau sengketa aset. Kita bicara soal warisan pelayanan kesehatan yang harus dijaga,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
