- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Dispora Kaltim Dorong Minat Anak pada Olahraga Tradisional Melalui Program Sekolah

Analognews.id, SAMARINDA - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim terus berupaya memperkenalkan olahraga tradisional kepada anak usia dini sebagai bentuk regenerasi dan pelestarian budaya.
Langkah ini dilakukan dengan menyasar anak-anak sekolah, terutama tingkat SD dan SMP, untuk mengembangkan minat pada olahraga tradisional sejak dini.
Baca Lainnya :
- Alda, Pemuda Pelopor dari Tenggarong: Inspirasi di Bidang Pendidikan dan Keterampilan Menjahit0
- Minat Olahraga Masyarakat Kaltim Masih Rendah, Dispora Berupaya Meningkatkan Partisipasi0
- Program Kepemudaan Kaltim Harus Diselaraskan Dengan Program di Kabupaten Kota0
- Tema Hari Sumpah Pemuda ke-96 jadi Momen Tingkatkan Kualitas SDM Jelang Kehadiran IKN di Kaltim 0
- Ayub Pastikan DPRD Kaltim Tetap Tampung Aspirasi Warga Meskipun Kantor Sedang Direnovasi0
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Sugiarta, mengatakan bahwa generasi muda saat ini lebih sering menghabiskan waktu bermain game di gadget mereka.
Oleh karena itu, sosialisasi ke sekolah-sekolah dianggap sebagai cara efektif untuk memperkenalkan kembali olahraga tradisional.
"Anak-anak sekarang lebih sering main game di gadget. Jadi, kami coba kenalkan kembali olahraga tradisional melalui sosialisasi di sekolah dan festival yang sering mereka adakan,” terangnya, Selasa (29/10/2024).
Bagus menjelaskan bahwa ragam olahraga tradisional sangat bervariasi, seperti BMX, sepeda ontel, hingga permainan khas tradisional. Menurutnya, olahraga tradisional tidak hanya menarik tetapi juga mampu tampil keren jika digemari anak-anak.
Dalam mendukung upaya ini, Dispora Kaltim telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di masing-masing kabupaten/kota untuk mendorong pengadaan praktik olahraga tradisional di sekolah.
"Kami mendorong agar olahraga tradisional juga bisa diadakan, karena saat ini olahraga prestasi lebih diminati,” tambahnya.
Dispora Kaltim kini sedang menyusun pola pengenalan olahraga tradisional dalam kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari jenjang SD hingga SMP.
"Kami sedang mencari pola agar ekskul dari SD sampai SMP bisa disusupi dengan olahraga tradisional. Saat ini, kami masih merancang pendekatannya,” kata Bagus.
Upaya ini diharapkan dapat membangkitkan minat anak-anak terhadap olahraga tradisional, sehingga budaya olahraga khas Indonesia tetap lestari dan diminati oleh generasi muda. (Adv).










.jpg)
