- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Darlis Pattalongi: Kaltim Harus Percepat Digitalisasi Pelayanan Kesehatan

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dari Partai Amanat Nasional (PAN), Muhammad Darlis Pattalongi, menyuarakan keprihatinannya terhadap lambatnya adopsi teknologi digital, khususnya dalam sektor pelayanan kesehatan.
Menurutnya, Kaltim harus segera berbenah untuk menghindari ketertinggalan, karena perubahan ini sudah menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya kemajuan teknologi di berbagai daerah.
“Kita tidak boleh tertinggal dalam pelayanan kesehatan berbasis digital,” ujar Darlis dengan nada serius.
Ia menilai bahwa digitalisasi sektor kesehatan sudah menjadi tren yang tak terelakkan di banyak daerah, namun sayangnya Kaltim masih jauh tertinggal. Kota-kota besar mungkin sudah mulai merasakan manfaat dari digitalisasi, tetapi kabupaten-kabupaten di Kaltim, menurutnya, belum mendapat perhatian yang memadai.
“Di banyak daerah, terutama di Sulawesi, digitalisasi pelayanan kesehatan sudah lebih maju, sementara di Kaltim, banyak puskesmas dan rumah sakit pemerintah kita masih tertinggal,” imbuhnya, menggarisbawahi kenyataan bahwa infrastruktur teknologi yang memadai di sektor kesehatan masih minim di beberapa bagian provinsi ini.
Darlis mengungkapkan bahwa Kaltim sebenarnya memiliki potensi besar untuk bergerak lebih cepat dalam mengadopsi teknologi digital, terutama karena generasi muda di provinsi ini sudah sangat akrab dengan perkembangan teknologi.
Namun, ia menekankan bahwa jika infrastruktur digital tidak segera dibenahi, maka potensi besar tersebut tidak akan bisa berkembang maksimal.
“Generasi muda kita sangat bergantung pada teknologi, dan jika infrastruktur digital di sini tidak mendukung, mereka akan kesulitan untuk berkembang,” ungkapnya.
Bagi Darlis, hal ini bukan sekadar soal mengejar ketertinggalan, tetapi lebih kepada memastikan bahwa Kaltim siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Sebagai wakil rakyat, Darlis berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penerapan digitalisasi, bukan hanya di sektor kesehatan, tetapi juga di sektor-sektor lainnya yang juga membutuhkan inovasi dan kemajuan teknologi.
“Pemerintah harus segera berkomitmen untuk mempercepat digitalisasi ini. Ini bukan hanya tentang mengejar ketertinggalan, tetapi juga tentang memastikan bahwa masa depan kita siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya, menekankan urgensi perubahan yang harus segera diwujudkan. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
