- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ananda Emira Moeis Serap Aspirasi Warga Samarinda, Infrastruktur Jadi Sorotan Utama

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Reses Masa Sidang I 2024 menjadi momen penting bagi Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, untuk mendengar langsung keluhan warga Samarinda.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai persoalan mendasar terungkap, menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi kota ini, terutama dalam sektor infrastruktur.
Sebagai politisi PDI-P, Ananda tak hanya mencatat, tetapi juga berkomitmen menindaklanjuti empat isu utama yang kerap dikeluhkan warga.
Minimnya penerangan jalan menjadi masalah utama di beberapa kawasan Samarinda. Warga mengeluhkan ruas jalan protokol dan perumahan yang gelap, berpotensi mengancam keselamatan pengendara dan pejalan kaki.
“Penerangan jalan ini menyangkut keselamatan bersama. Semua orang di kota ini berhak menikmati jalan yang terang dan aman,” ujar Ananda.
Banjir tahunan yang kerap melanda Samarinda menjadi perhatian serius. Menurut Ananda, buruknya sistem drainase menjadi penyebab utama genangan air yang mengganggu aktivitas warga.
“Perbaikan drainase harus segera dilakukan agar banjir tidak terus menjadi momok bagi masyarakat,” tegasnya.
Kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah menambah deretan keluhan masyarakat. Situasi ini semakin memburuk saat musim hujan, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Masalah klasik lainnya adalah akses air bersih. Ananda mencatat masih banyak wilayah pinggiran Samarinda yang belum menikmati pasokan air bersih secara layak, meskipun sebagian besar kota telah teraliri air.
“Empat masalah ini harus menjadi prioritas bersama. Kita perlu langkah konkret untuk menyelesaikannya,” kata Ananda.
Meski banyak keluhan, Ananda mengapresiasi sikap warga Samarinda yang menurutnya memiliki kesadaran kolektif tinggi dalam memprioritaskan kepentingan bersama.
“Masyarakat Samarinda luar biasa. Mereka lebih mengutamakan kepentingan umum, seperti fasilitas penerangan jalan, yang menyentuh kebutuhan semua orang,” ungkapnya.
Ananda menegaskan bahwa ia bersama rekan-rekannya di DPRD Kaltim dan Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk memperbaiki kekurangan infrastruktur yang ada. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan Samarinda yang lebih layak huni.
“DPRD dan Pemprov Kaltim terus berupaya memperbaiki kekurangan ini demi menjadikan Samarinda lebih aman, nyaman, dan layak dihuni oleh seluruh warganya,” ujar Ananda dengan penuh optimisme.
Melalui kegiatan reses ini, Ananda tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga membawa masukan konkret untuk diteruskan kepada pemerintah. Ia berharap semua pihak dapat bersinergi untuk merealisasikan harapan warga, menjadikan Samarinda kota yang besar sekaligus nyaman bagi semua lapisan masyarakat. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
