- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Aksi Penipuan Catut Nama Pejabat Sedang Marak, Abdulloh: Masyarakat Harus Waspada

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Abdulloh. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat dan Anggota DPRD kembali marak di Kalimantan Timur. Salah satu korban terbaru adalah Abdulloh, anggota DPRD Kaltim, yang namanya disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab di media sosial Facebook.
Menggunakan nama dan foto profil Abdulloh, pelaku mencoba menghubungi warga Balikpapan, yang menjadi daftar teman di media sosialnya, dengan maksud meminta sesuatu. Modus ini membuat geram Abdulloh, yang juga mantan Ketua DPRD Kota Balikpapan.
“Atas nama pribadi, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya warga Balikpapan, yang telah menjadi sasaran oknum tidak bertanggung jawab ini,” ungkap Abdulloh.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan permintaan semacam itu melalui media sosial. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tetap waspada terhadap aksi-aksi serupa.
Abdulloh mengimbau warga agar selalu berhati-hati saat menerima pesan yang mencurigakan. Ia juga menyarankan masyarakat untuk melakukan konfirmasi langsung jika mendapatkan permintaan yang mengatasnamakan dirinya.
“Silakan konfirmasi langsung ke saya melalui telepon atau WhatsApp. Jangan sampai menjadi korban penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Abdulloh, tindakan penipuan semacam ini tidak hanya merugikan secara material, tetapi juga mencoreng nama baik pejabat yang dicatut. Ia berharap masyarakat semakin cermat dan kritis terhadap berbagai modus penipuan yang terus berkembang.
Fenomena pencatutan nama pejabat ini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat. Selain meningkatkan kewaspadaan, Abdulloh mengajak semua pihak untuk melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwajib guna mencegah hal serupa terjadi di masa mendatang.
“Jaga kehati-hatian, jangan mudah percaya, dan pastikan untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi yang diterima,” tutup Abdulloh. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
